Kenali 5 Jenis Filament Yang Sering Digunakan
Thursday, 4 July 2019 By Trie M Indrianty

Dalam penggunaan 3D printing, salah satu teknik yang paling sering digunakan adalah Fused Deposition Modelling (FDM). Teknik ini digunakan pada material yang berbentuk filament. Prinsip kerjanya cukup sederhana, dimana filament yang awalnya bersifat padat dilelehkan hingga menjadi cair. Filament cair kemudian akan membentuk lapisan dan mengeras akibat adanya peristiwa konveksi. Konveksi yang terjadi dapat bersifat bebas dengan medium udara dan bersifat paksa dengan bantuan kipas atau fan yang terdapat pada extruder 3D printer. Lapisan lainnya kemudian akan dibuat di atas lapisan yang sudah mengeras tersebut. Proses ini akan berlanjut hingga membentuk objek yang sudah didesain sebelumnya.

Filament yang dapat digunakan untuk metode FDM dalam 3D printing ini sangat banyak. Berikut adalah 5 jenis filament yang paling umum digunakan.

  1. Polylactic Acid (PLA)

PLA merupakan filament plastik yang bersifat bio-degradable, yaitu dapat terurai lebih cepat dalam lingkungan dibandingkan dengan plastik lainnya sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan. Karena sifat tersebut, PLA biasanya digunakan sebagai packaging makanan. Secara fisik, PLA memiliki sifat yang cukup keras dan kaku. Selain lebih ramah lingkungan, salah satu keunggulan PLA adalah mudah digunakan. Karena mudah digunakan, filament ini secara umum menjadi pilihan utama bagi para penggunanya. Namun, kelemahannya terhadap temperatur panas yang tinggi.

  1. Acrylonitrile Butadiene Styrene

ABS merupakan filament plastik yang terbuat dari sumber daya berbasis minyak. Selain itu, memiliki sifat yang lebih keras dan kaku dibandingkan dengan PLA. ABS biasanya digunakan sebagai bumper mobil maupun helm. Salah satu keunggulan ABS adalah memiliki usia pemakaian yang panjang dan tahan temperatur yang tinggi dan kelemahannya adalah lebih sulit untuk digunakan dalam 3D printing karena sifatnya yang keras dan kaku.

  1. Polyvinyl Alcohol (PVA)

PVA merupakan filament yang memiliki ciri khas water-soluble, yang berarti dapat larut dalam air. PVA biasanya digunakan pada multi-extruder 3D printer sebagai material penyangga (support material) dari material utama yang digunakan. Salah satu keunggulan PVA adalah kemampuannya yang dapat larut dalam air, sesuai dengan ciri khasnya. Keunggulan ini memungkinkan tidak adanya bekas yang tersisa pada material utama hasil 3D printing setelah material penyangga dilepas. Berbeda ketika material penyangga yang digunakan sama dengan material utamanya, biasanya akan meninggalkan bekas. Pada umumnya, material utama yang paling cocok dengan PVA adalah PLA dan Nylon. Sayangnya, filament ini jarang digunakna sebagai material utama.

  1. Metal Filament

Metal filament pada dasarnya merupakan filament normal yang ditambahkan unsur Copper, Bronze, Brass, dan Stainless Steel di dalamnya. Penggunaan metal filament dapat digunakan secara langsung dengan menggunakan 3D printer FDM yang biasa. Meskipun harga filament ini tergolong sedikit lebih mahal, namun keunggulan metal filament adalah memiliki bentuk akhir yang terlihat lebih elegan dan atraktif (metal-like).

  1. High-density Polyethylene

HDPE merupakan filament plastik yang dapat didaur ulang. Filament ini sangat ramah lingkungan, sehingga dapat menjaga bumi dari limbah plastik karena dapat terus didaur ulang. HDPE biasanya digunakan sebagai wadah susu, bungkus deterjen, dan berbagai macam produk lainnya. Salah satu keunggulan HDPE adalah memiliki rasio kekuatan dengan densitas yang merata dan sifatnya yang tahan korosi, sedangkan kelemahannya adalah memerlukan temperatur pemanasan yang tinggi.

Seluruh 5 jenis filament yang disebutkan di atas dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk dan objek. Kunjungi imajin.id untuk selengkapnya!

Source Image : https://www.simplify3d.com / Google Image / Imajin.id
1407
Readed
shareSharing is caring

THE 1st 3D MARKETPLACE AND COMMUNITY IN INDONESIA

COPYRIGHT © IMAJIN 2019. ALL RIGHT RESERVED